REHAT

Aku menjadi teringat dengan sebuah kutipan bahwa ‘yang paling dicintai, justru paling mungkin menyakiti’. Kutipan milik siapa? Entahlah, aku juga tidak begitu mengingatnya.

Sebuah sajak yang kebetuan saja melewati berandaku, lalu aku berhenti dan membacanya. Sama sepertimu, singgah sesaat untuk sekedar rehat.

Dari perjalananmu yang cukup panjang, karena ragamu mungkin lelah untuk melanjutkannya. Sebenarnya kau hanya butuh istirahat tanpa melakukan apa-apa.

Tapi kau justru melakukan hal yang seharusnya tidak kau lakukan. Memaksa masuk ke tempat yang bahkan tidak pernah jumpa sebelumnya.

Namun, tidak ada seorangpun dari kita yang patut untuk disalahkan. Semua ini terjadi begitu saja, ya, bahkan aku tidak bisa mengingat bagaimana pada akhirnya kau begitu meyakinkan.

Ini bukan lagi perihal pilihanmu untuk menyerah dengan keadaan. Atau kau yang akhirnya meninggalkanku sendirian.

Tapi karena aku masih mencintaimu adalah hal yang paling aku sesalkan. Aku hanya berharap semoga waktu dengan segera bisa menyudahi semua ini.

 


Sejauh apapun kita menata harapan.

Tuhan tetap pemilik ketetapan.

Banyak hal yang memang hanya disinggahkan.

(Titrasi Rasa)

 

Komentar

Postingan Populer