A+ my honest review

(source: dok. prime video)

Awalnya saya nggak tahu kalau Mei kemarin ada series baru yg tayang di prime video. Karena dapet rekomendasi kalau series ini diangkat dari novel (saya belum baca) dan katanya sih bagus, alhasil yaudah akhirnya memutuskan untuk nonton. Saya masih ingat ketika awal lihat poster dan "ah lagi-lagi cerita anak SMA" cukup pesimis, kayak yg kita tahu series berlatar SMA pasti nggak jauh-jauh dari romance ala remaja. Dan tbh saya sempet males karena cast-nya, apalagi ada Livy Renata as we know doi influencer gitu bukan aktris (sekali lagi maafkan saya Livy 😭).

FYI: jajaran cast-nya (avangers versi anak SMA) btw urutan ini based on opening.





Berangkat tanpa ekspektasi apa-apa, ternyata series ini membawa premis yg segar meski dibeberapa bagian mungkin (terasa) mirip dg bad genius yg ada seriesnya juga, tapi A+ nyatanya berbeda. 

A+ mencoba memberi kritikan pada sistem pendidikan kita, mangangkat soal isu mental health dan suicide yg banyak terjadi juga pada remaja Indonesia. Sistem peringkat yg nggak masuk akal jadi pondasi cerita ini dan sejauh ini saya belum pernah tahu ada sekolah semacam/menerapkan sistem kayak gini.

At least soal isu mental health rasanya emang amat relate, apalagi perlombaan to be number one, masuk univ top 5 dan pencapaian-pencapaian lainnya. Ugh rasanya kalau jadi biasa-biasa saja itu berdosa (hiks). Series ini terbilang cukup pendek, 6 episode yg semuanya langsung tayang. Durasi sekitar 30 menitan lebih dan itupun termasuk credit ya, jadi saya nyelesein ini cuma butuh sehari. 


[Spoiler alert]

2 episode pertama rasanya emang sedikit slowpace, kayak mencoba membangun background cerita dan pengenalan tiap karakter. Saya sempat merasa ingin berhenti karena bosan, tp episode ke-3 justru jadi titik baliknya. Konflik mulai muncul dan dalam 3 episode terakhir itu rasanya lebih padat "tek tek tek" gitu (hope u understand 😢).

Surprisingly series ini menghibur meski masih banyak koreksi dan plot hole yang harusnya bisa dieksplor lagi. Kayak anti-klimaks yg terkesan buru-buru, hal yg awalnya disimpen buat di akhir justru kayak nggak mateng jadinya. Tapi masih ada kemungkinan untuk season 2 kalo melihat ending di episode 6, jadi semoga saja beberapa hal yg masih jadi misteri bisa dapet penjelasan. Saya suka series ini karena kesannya lebih proper gitu, mulai dari plot, setting sampai editing yg ga asal jadi. Berharap sinetron yg tayang di tv komersial bisa lah selevel ini (kalo niat).

Saya sudah lama nggak lihat Aliando, sekarang makin chubby dan lucu 😭 anw diantara cast yg kurang familiar bagi saya, kehadiran sosok Bramantyo (Aliando) jadi angin segar di sini. Sebagai alumni yg sering ngasih masukan dan karena keburu balik ke Bandung ceritanya, jadi ga banyak scene dia disini huhu.

Overall buat saya 7/10. So I recommend this series (tenang~ sekali duduk juga udah kelar).


Komentar

Postingan Populer